Pentingnya Tidur Bagi Manusia


PENTINGNYA TIDUR
Manusia adalah makhluk biologis yang dituntut untuk selalu bekerja keras guna memenangkan kompetisi kehidupan di dunia ini. Hingga banyak diantaranya rela bekerja siang dan malam tanpa istirahat. Berbagai tuntutan dan kesibukan di tempat kerja membuat pikiran dan tubuh semakin lelah. Sering kali kelelahan selama di tempat kerja tidak terasa sama sekali. Akan tetapi ketika segala aktifitas telah selesai dan kita telah tiba d rumah menjadi sangat terasa rasa capeknya. Badan pegal-pegal, kepala pusing, dan menjadi mudah marah, merupakan gejala stres yang sering dirasakan oleh banyak orang ketika usai bekerja (Suroto, 2001).
Oleh karenanya untuk mengatasi segala kepenatan tersebut cara yang paling ampuh adalah dengan beristirahat tidur. Tidur adalah proses alamiah manusia untuk memberikan kesempatan pada sel saraf tubuh kita agar beristirahat dan memperbaiki kondisinya. Lebih dari itu, tidur merupakan resep yang paling mujarab dalam menjaga kesehatan. Ketika tidur,organ tubuh menjadi rileks dan beristirahat, sehingga menetralkan kerusakan yang terjadi akibt kegitan sehari-hari. Selama kita tidur, sebenarnya ada beberapa peristiwa yang terjadi di dalam tubuh, yaitu :
1. Tubuh memproduksi hormon pertumbuhan pada anak-anak dan orang dewasa.
2. Produksi protein meningkat
Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan sel dan memperbaiki kerusakan sel.
3. Aktivitas otak pada bagian pengontrolan emosi, pengambilan keputusan dan hubungan sosial akan beristirahat total.
4. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menemukan bahwa terjadi sebuah pola signal yang berulang-ulang, yang mirip pada saat terjaga. Pola signal tersebut dapat membantu melakukan enkode pada sistem ingatan dan meningkatkan kemampuan belajar.

Kemudian apa yang akan terjadi bila tubuh kita kekurangan tidur? Tentu tubuh kita akan terganggu keseimbangannya, termasuk fungsi metabolisme. Semua orang psti pernah mengalami kekurangan tidur. Biasanya orang seperti ini setelah malam harinya tidak tidur maka paginya tubuh terasa gemetar dan kurang sehat. Berdasarkan pegalaman pribadi penulis, kurang tidur menyebabkan berkurangnya kemampuan berkonsentrasi ketika beraktivitas keseharian. Selain itu hasil riset terbaru dari University of Chicago membuktikan bahwa orang yang tiga hari kurang tidur, kemampun tubuhnya dalam memproses glukosa akan menurun. Sehingga beresiko untuk mengidap diabetes (Kompas). Jika memang benar demikian, maka siapapun yang memiliki gangguan insomnia harus lebih berhati-hati.

INSOMNIA
Insomnia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalamikesulitan untuk tidur. Atau gangguan tidur yang membuat penderita merasa belum cukup tidur ketika sudah bangun dari tidurnya. Gejala seperti ini biasa menimpa pada orang yang senang melakukan pekrjaan berat, berlatar belakang kejiwaan atau sosial yang buruk (Wikipedia).
Insomnia sendiri dapat kita kelompokkan menjadi dua, yaitu :
Insonmia Primer : Yaitu insomnia menahun dengan sedikit atau tidak sama sekali ada hubungannya dengan stres yang hebat.
Insomnia Sekundr : Yaitu keadaan yang disebabkan oleh nyeri, kecemasan, obat, depresi atau stres yang hebat.
Sedangkan dari macamnya Insomnia dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
Transient Insomnia
Terjadi kesulitan tidur hanya dalam beberapa malam
Insomnia Jangka Pendek
Kesulitan tidur terjadi selama dua atau empat minggu.
Kedua insomnia tersebut biasanya menyerang orang yang sedang mengalami stres, berada dilingkungan yang ramai, di lingkungan beretempratur ekstrem dan karena penggunaan obat.
Insomnia Kronis
Kesulitan tidur dialami seseorang pada hampir setiap malam selama satu bulan atau lebih. Utamanya ditimbulkan karena kondisi depresi.

Selain itu ada pula yang membedakan insomnia ke dalam tiga kategori yang lain menurut waktu terjadinya.
Initial Insomnia, yakni gangguan tidur saat memasuki / akan tidur.
Middle Insomnia, merupakan kejadian terbangun di tengah malam dan sulit untuk tidur lagi.
Late Insomnia, adalah mengalami gangguan tidur saat bangun pagi / terlalu cepat bangun.
Orang yang mengidap insomnia tidak dapt tidur dengan pulas walaupun memiliki waktu untuk tidur sangat banyak, baik dari segi kualits maupun kuantitas tidur.
Pada keadaan normal, sepanjang waktu tidur malam seseorang terjadi fase-fase tidur silih berganti. Ada fase sinkronik dan fase asinkronik.Pergantian terjdikira-kira setiap dua jam sekali. Fase sinkronik ditandai dengan tubuh dalam keadaan tenang. Sedang fase asinkronik ditandai dengan kegelisahan dan reaksi jasmaniah lainnya, seperti bergeraknya bola mata. Penderita insomnia umumnya mengalami gangguan pada waktu peralihan antara dua fase tersebut, dengan terbangun pada saat tengah malam (schenck et al., 2003).

GEJALA TERKENA INSOMNIA
Orang yang memiliki insomnia dapat kita ketahui dengan adanya tanda-tanda sering terbangun di malam hari dan merasakan kelelahan sepanjang hari. Bila dijabarkan :
Malam Hari
Sulit untuk tidur
Sering bangun saat tidur
Bangun lebih cepat dari yang diinginkan
Siang Hari
Karena waktu tidur di malam hari terkurangi, maka pada siang harinya :
Mengantuk
Lesu / tidak bersemangat
Sulit berkonsentrasi
Sulit mengingat
Mudak tersinggung

APAKAH PENYEBAB INSOMNIA ?
Orang yang sering terjaga dari tidurnya ternyata dapat disebabkan oleh banyak faktor, walaupun mungkin satu faktor lebih dominan mempengauhi. Faktor tersebut antara lain:
1. Gangguan Emosional, Tekanan Batin maupun Depresi
Orang yang dalam kesehariannya banyk diliputi oleh tekanan dan ancaman akan sangat berpotensi untuk insomnia. Hal ini dikarenakan peraaan batinnya yang tidak tenteram. Orang tersebut akan selalu memikirkan berbagai kejadian yang telah menimpa dirinya. Seolah tidak menerima kenyatan tentang mengapa semua tekanan datang padanya dan bagimanapun akan keluar dari permasalahan akan tetapi tetap tidak bisa. Sehingga tidur pun jadi terganggu karena pikiran terganggu.

2. Penggunaan Obat
Penggunaan obat dalam jumlah yang banyak atau dalam jangka waktu panjang juga akan mengganggu kegiatan tidur kita. Ada orang yang sangat gemar mengkomsumsi obat. Sedikit saja badan terasa tidak enak, langsung minum obat, walaupun tubuh belum benar-benar sakit. Bahkan untukmenjaga tubuh agar tetap bugar saja juga harus minum obat. Kebiasaan ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan insomnia, walaupun efek samping obat adalah mengantuk. Mungkin seketika minum obat akan terasa kantuk, tetapi ketika malam hari insomnia akan tetap datang.

3. Ketidakmampun Untuk Beristirahat dengan Santai
Tidur membutuhkan suasana yang santai selain daripada rasa kantuk. Banyak orang tetap tidak dapat berpikir santai karena pekerjaan yang menumpuk. Saat pekerjan menumpuk biasanya kita selalu teringat untuk segera menyelesaikannya. Kondisi seperti ini biasanya dialami oleh para mahasiswa, khususnya ketika waktu-waktu menjelang ujian. Hampir tidak ada waktu untuk beristirahat karena menumpuknya tugas. Sehingga ketika tidur tidak segera tidur, pikiran masih gelisah terbayang bagaimana jika tugas tidak selesai, sementara waktu sudah sempit dan tubuh kita juga butuh istirahat guna aktivitas esok hari.

4. Kebiasaan Merokok
Bagi siapapun juga yang memiliki kebiasaan merokok sebaiknya mulai dikurangi. Merokok selain memberikan efek yang buruk bagi tubuh, juga dapat menahan keinginan untuk tidur (vrisaba, 2002).

5. Suasana Ribut
Siapapun juga silahkan kenyamanan tidur anda ketika suatu saat lingkungan rumah anda sedang dipakai pertemuan arisan, dengan pada saat malam hening disertai hujan gerimis. Kemudian rasakanlah bedanya.
Pekerja pabrik yang selalu bekerja pada suasana bising, ternyata juga mengalami insomnia ketika di rumah (widayati,2002)

6. Kamar Tidur yang Berantakan
Ketika beranjak tidur sebaiknya segala kruwetan mengenai tempat tidur, baik ranjang, pakaian dan lain sebagainya yang berkaitan dengan tidur harus dirapikan. Itu akan sangat berpengaruh dengan kenyamanan tidur kita. Semakin rapi dan bersih akan semakin menambah kenyamanan. Namun demikian, ada saja orang yang justru tidur nyenyak ketika kasurnya berantakan dan banyak pakaian berserakan di situ.

Selain hal-hal yang telah diuraikan di atas, masih banyak lagi penyebab insomnia lainnya. Yang jelas insomnia tidak secara langsung berhubungan dengan menurunnya suatu hormon dalam tubuh. Namun kondisi psikologis lebih utama sebagi penyebabnya, seperti yang disebutkan dalam website klinis Fakultas Psikologi UMS (klinis.wordpress).

CARA MENGATASI INSOMNIA
Sangat menjengkelkan memang ketika tubuh kita lelah, namun saat berangkat tidur mata tidak segera terpejam. Berbagai cara dilakukan agar dapat segera tertidur. Mulai dari mendengarkan musik, melamun, hingga merubah posisi tidur. Tetapi itu semua tidak ada hasilnya, padahal esok hari harus sudah bekerja. Satu hal yang perlu diingat adalah jangan pernah lari kepada obat. Karena pada dasarnya obat adalah bahan kimia. Dalam jangka panjang memberikan efek buruk bagi tubuh. Pada harian Prkiran Rakyat dipaparkan 10 upaya untuk mengatsi insomnia, antara lain yaitu:
1. Hindari kebiasaan tidur siang, terutama jika berlebihan, sebab akan mengurangi waktu tidur di malam hari.
2. Malam hari bukan waktu yang tepat untuk ngopi maupun minum minuman berkafein, apalagi disertai merokok. Kafein dapat menggenjot denyut jantung, membuat sigap, memaksa mata untuk terjaga. Sedangkan nikotin bersifat neurostimulan yang "menodong" otak untuk tidak istirahat. Agar gampang tidur, peminum kopi sebaiknya menghabiskan minum terakhirnya sebelum pukul 3 petang. Bagi para perokok, usahakan batang rokok terakhir maksimal tiga jam sebelum tidur.
3. Jauhi alkohol. Meski dalam dosis ringan alkohol dapat membuat rileks, mengantar tidur pulas, tapi bahan ini bisa membuat orang kecanduan. Begitu tidak menggunakannya lagi akan timbul efek kebalikannya yaitu tetap terjaga. Di sisi lain, alkohol juga menguras vitamin B yang mendukung sistem saraf.
4. Pilih waktu berolah raga pada petang hari, hindari melakukan kegiatan ini saat malam hari. Olah raga akan menyebabkan adrenalin terpompa, mengakibatkan orang jadi terjaga.
5. Biasakan melakukan relaksasi, salah satunya dengan membaca bacaan ringan sebelum tidur.
6. Minum susu hangat. Susu kaya akan asam amino triptofan. Meningkatnya kadar triptofan di dalam otak akan berdampak pada peningkatan produksi serotonin, yang membuat pikiran menjadi santai, dan memancing timbulnya kantuk.
7. Berhubungan seks - ini merupakan berkah bagi yang sudah nikah. Kata Ted Mcllvenna, Presiden "The Institute for Advanced Study of Human Sexuality (IASHS)" di San Francisco, seks bisa jadi merupakan langkah yang baik untuk menjaga kesehatan. Dari hasil studinya diperlihatkan, selain dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh, hubungan seks yang baik juga mampu mengelakkan problem psikologi, seperti stres yang sering membuat orang jadi susah tidur, mengendurkan tensi, membebaskan dari rasa sakit, di samping juga mengundang kantuk. Perkara efeknya yang terakhir, disebut-sebut lebih hebat ketimbang segelas susu hangat.
8. Jus Selada. Selada bermanfaat dalam pengobatan insomnia sebab kandungan zat penyebab kantuk yang disebut lectucarium. Disebutkan dalam "Foods That Heal: The Natural Way To Good Health", unsur ini memiliki kesamaan efek, sebagai sedatif, sama dengan opium namun tanpa menimbulkan rangsangan yang berlebihan. Cara penggunannya, menurut Culpepper, herbalis Inggris zaman baheula, dengan mencampur jus selada dan minyak bunga ros, lalu diurutkan pada dahi serta pelipis. Cara lain yaitu dengan meminum air rebusan bijinya.
9. Tetesan Lavender. Dr. Bud Rickhi, Associate Professor of Medicine di University of Calgary serta direktur "The Research Centre for Alternative Medicine", berdasar hasil risetnya, menyarankan lavender untuk mengatasi insomnia. Lavender merupakan tanaman yang bisa memengaruhi nervous system, meningkatkan aktivitas gelombang alpha di otak dan membuat tubuh lebih santai. Cara penggunaan yang disarankan guna mendapatkan hasil optimal, pun terbilang sederhana, cukup dengan meneteskan beberapa tetes minyak lavender pada bantal sebelum pergi tidur, kemudian nikmati semerbak wanginya.
10. "Penggelontoran" melatonin. Melatonin merupakan hormon saraf yang bekerja antara lain melalui sistem sumbu hipotalamus - hipofisa - adrenal. Fungsi adrenal mengubah cadangan glikogen hati menjadi glukosa, menyempitkan pembuluh darah tepi, dan meningkatkan tekanan irama denyut jantung. Apabila adrenalin meningkat, kadar gula darah akan bertambah, dan sistem peredaran lebih terpacu, sehingga orang akan lebih aktif. Di lain pihak, melalui sumbu ini melatonin menekan kelenjar anak ginjal (suprarenalis) sehingga menghasilkan hormon lebih sedikit. Rendahnya kadar hormon adrenal menyebabkan orang merasa lebih tenang, santai, dan mengantuk.

Adapun 5 cara yang dapat penulis tambahnkan antara lain yaitu:
1. Hindari kafein dalam segala bentuk setelah makan siang (kopi,the,coklat,cola dan beberapa minuman ringan lainnya yang mengandung stimulan ini, begitu pula obat-obatan yang dijual bebas.
2. Jangan tidur siang, betapapun ngantuknya (tidur siang akan mengurangi kualitas tidur malam)
3. Mandi dengan air hangat ketika akan tidur/setelah pulang dari bepergian jika sampai di rumah malam hari.
4. Aturlah ruang tidur senyaman mungkin. Ciptakan suasana yang tenang dan gelap. Gunakanlah bantal atau selimut yang bersih dan segar dan jaga suhu ruangan senyaman mungkin (jangan terlalu panas atau dingin).
5. Hilangkan semua kecemasan ketika tidur. Jangan memikirkan kesalahan yang telah diperbuat tadi siang. Sekarang anda sedang tidak bekerja.
KESIMPULAN
Insomnia merupakan gangguan kesulitan tidur pada seseorang. Gangguan tersebut dapat terjadi ketika awal, pertengahan tidur maupun ketika bangun tidur. Insomnia ditandai dengan sulitnya tidur di malam hari, mengantuk dan lelah di siang hari. Penyebab gangguan ini adalah didominasi oleh kondisi psikologis penderita yang lemah. Meskipun banyak faktor lain yang juga berpengaruh. Untuk mengatasi masalah ini secara umum penderita harus mampu menciptakan suasana kenyamanan dalam diri sendiri.
DAFTAR PUSTAKA.
Id.wikipedia.com.Insomnia.hal 1.
klinis.wordpress.com.Terapi Insomnia.16 Agustus 2007.hal 1.
Kompas.Kurang Tidur Picu Hadirnya Diabetes.31 Desember 2007
Pikiran Rakyat.10 Upaya Atasi Insomnia.27 Maret 2005.
Schenck,Carlos H. Mahowald,Mark.Sack,Robert.2003.Assesment and Management of Insomnia. JAMA Vol 289.
Suroto. 2001. Cara Mengendalikan Stres. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Vrisaba,Rahadian.2002.Mengapa Anda Sulit Tidur.Bandung:CVPionir Jaya.
Widayati,Wahyu T.2002.Hubungan Antara Paparan Bising dengan Terjadinya Insomnia pada Karyawan Perusahaan Mebel Mendung Sari di Kalioso. Universitas Sebelas Maret.




Windows® phone