Strategi Memerangi Pornografi


Diskusi mengenai pornografi kembali hangat di perbincangkan. Kali ini bukan mengenai materi (konten) pornografinya, melainkan begitu beratnya ancaman hukuman bagi mereka yang menyebarluaskan informasi terkait dengan pelanggaran kesusilaan (asusila). Mereka yang terbukti menyebarluaskan informasi tersebut dapat dipidana pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)/Pasal 27 ayat 1, berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Konten pornografi memang bisa disaring, tetapi soal efektifitas, tunggu dulu. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab keefektifan tersebut tidaklah melulu soal kecanggihan piranti lunak yang digunakan. Siapapun memang bisa mengunduh dan menginstal berlapis piranti lunak yang berfungsi memblok atau menyaring konten pornografi dari Internet, baik pada tingkat komputer personal (PC), server pada warnet hingga Internet Service Provider (ISP) sekalipun. Tetapi sangatlah naïf bila kita percaya bahwa konten pornografi di Internet dapat efektif dihalau hanya dengan melakukan pemblokiran ataupun penyaringan secara teknologi. Alasannya, bisa berangkat dengan mengkaji sejumlah aspek tren perilaku dan bisnis pornografi berikut ini.

Berdasarkan sebuah hasil riset yang dilansir oleh TopTenReviews, setiap detiknya lebih dari 28 ribu orang yang mengakses pornografi di Internet dengan total pengeluaran mencapai lebih dari US$ 3 ribu. Data tersebut juga menyebutkan setidaknya tiap detik ada 372 pengguna Internet yang mengetikkan kata kunci tertentu di situs pencari untuk mencari konten pornografi.

Adalah fakta bahwa masalah seks (pornografi) adalah topik nomor 1 (satu) yang dicari di Internet, menurut penelitian dari Sexual Recovery Institute. Studi lain juga menunjukkan bahwa 60% kunjungan di internet adalah menuju ke situs porno (MSNBC/Stanfford/Duquesne). Ilustrasi tersebut menunjukkan betapa dasyatnya demam pornografi melalui internet. Tidaklah mungkin 420 juta situs tersebut dibendung hanya dengan menggunakan Pasal 27 ayat 1 ITE. Banyak cara untuk menyebarluaskan materi pornografi dengan menggunakan internet selain daripada melakukan pemblokiran atas sistus-situs pornografi misalkan saja dengan komunikasi secara peer to peer.

Teknologi
Khusus untuk perilaku pengguna Internet di Indonesia, Google Trends memaparkan sejumlah data. Ternyata meskipun jumlah pengguna Internet masih terkonsentrasi di ibukota, Jakarta hanya menduduki posisi ke-5 kota dengan jumlah pencari konten dewasa dengan memasukkan kata kunci yang sangat umum, 'sex'. Setelah Jakarta, kemudian disusul oleh Bandung. Adapun jawaranya adalah kota Semarang, kemudian Yogyakarta, Medan dan kemudian disusul Surabaya.

Jika kita mencari dengan kata kunci 'sex' di Google, maka akan muncul 662.000.000 situs, 568.881 video, 157.000.000 gambar dan 111.057.569 blog. Maka dapatlah terbayang, bagaimana upaya untuk menyaring informasi dari sekian banyak sumber tersebut. Apalagi jika harus dipilah antara informasi 'sex' yang layak untuk keperluan pendidikan kesehatan, ilmu bercinta ataupun sekedar sebagai pemuas birahi belaka.

Industri pornografi bukanlah industri kacangan. Bahkan pada 2006 saja, gabungan penghasilan (revenue) dari sejumlah perusahan teknologi papan atas semisal Microsoft, Google, Amazon, eBay, Yahoo! dan Apple, tak akan mampu mengimbangi pendapatan dari bisnis pornografi dengan pemasukan mencapai lebih dari US$ 97 miliar tersebut.

Dengan perputaran uang yang besar dan persaingan yang ketat, maka industri pornografi, yang diyakini sebagai industri online paling menguntungkan, kerap menjadi perintis dalam kelahiran ataupun optimalisasi atas sejumlah teknologi baru yang kemudian setelah itu diadopsi secara luas dalam dunia Internet. Sejumlah teknologi tersebut, menurut penelitian yang dilakukan terpisah oleh USA Today, Adult Video News dan Nielsen/NetRatings, terbagi atas teknologi yang berdampak positif dan negatif.

Teknologi yang positif adalah video-audio streaming, layanan berbayar video-on-demand, piranti lunak digital-rights management, piranti lunak geo-location (program pelacak lokasi pengguna Internet), konten tersegmentasi dan layanan konten nirkabel melalui ponsel. Adapun teknologi yang negatif, setidaknya bagi sebagian kalangan, adalah spam, iklan pop-ad dan cookies (program pelacak aktifitas di Internet).

Bahkan dipercaya pula bahwa layanan tayangan video olahraga dan musik yang dapat dinikmati melalui ponsel saat ini adalah hasil penggodokan yang dilakukan pada industri pornografi sebelumnya. Termasuk pula teknologi yang dapat menyajikan konten dan iklan di PC atau piranti nirkabel, berdasarkan demografi dan perilaku penggunanya.

Jadi sudah sewajarnya kita mengkaji ulang, bagaimana agar sebuah teknologi yang lawas dan biasa saja, seperti piranti lunak penyaring (filter) konten, dapat berhadap-hadapan dengan para jawara penghasil teknologi konten masa depan. Ini ibarat David melawan Goliath!


Privasi

Berdasarkan sejumlah jajak dan studi yang dilakukan di Indonesia, fasilitas e-mail adalah hal yang paling utama digunakan oleh konsumen Internet. Sayangnya, spam (e-mail sampah) menghantui aktifitas e-mail siapapun dan dimanapun. Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Barracuda Networks mengatakan bahwa pada sepanjang 2007 lalu, dari total trafik e-mail yang tercatat, 95%-nya adalah spam. Kemudian menurut Symantec, untuk data per Februari 2008 lalu, 6% dari seluruh e-mail spam masuk dalam kategori untuk 'dewasa' di atas 18 tahun.

Ini perlu menjadi pertimbangan pula, bagaimana menyaring konten pornografi, yang sengaja ataupun tidak, masuk langsung ke mailbox, termasuk ke mailbox anak-anak dan para remaja yang belum masuk dalam kategori dewasa. Pornografi lewat e-mail lebih sulit pengidentifikasiannya (termasuk penyaringannya), karena sifatnya yang tidak terbuka seperti layaknya mengunjungi sebuah situs, kemudian lebih privasi karena terhantar langsung ke masing-masing individu, dan sifatnya cenderung yang 'push-services', alias dapat terkirim tanpa harus mengaksesnya terus-menerus. Belum lagi maraknya sejumlah layanan yang memang mengkhususkan diri dalam menyediakan konten pornografi via e-mail.

Bahkan di layanan mailing-list terkemuka semisal YahooGroups.com, dapat dijumpai banyak komunitas 'dewasa' yang berdiskusi hingga saling bertukar gambar porno. Setidaknya hingga kini dapat ditemui lebih dari 39.000 grup diskusi bertajuk 'sex' yang tergabung dalam YahooGroups.com tersebut. Diskusi, dan bertukar gambar porno tersebut, langsung dikirim dari-dan-ke e-mail para anggotanya. Pun, masih ada fitur 'files' dan 'photo' di dalam YahooGroups.com tersebut, yang memungkinkan anggotanya untuk upload dan menyimpa berbagai berkas gambar untuk diakses oleh anggota lainnya.

Jika kita ingin konsisten menyaring pornografi di Internet, maka YahooGroups.com sudah seharusnya menjadi salah satu situs yang masuk dalam 'daftar cekal'. Masalahnya, begitu kita mencekal alamat YahooGroups.com tersebut, maka kita juga akan menutup akses ke ribuan diskusi positif yang ada didalamnya, baik itu diskusi teknologi, politik, kesehatan, lingkungan hingga keagamaan!


Keluarga

Maka tak salah apabila kita mengingat kembali himbauan Bill Clinton suatu ketika saat masih menjabat sebagai Presiden AS, "we must recognize that in the end, the responsibility for our children's safety will rest largely with their parents.  Cutting-edge technology and criminal prosecutions cannot substitute for responsible mothers and fathers. Parents must make the commitment to sit down with their children and learn together about the benefits and challenges of the Internet. And parents, now that the tools are available, will have to take upon themselves the responsibility of figuring out how to use them."

Himbauan tersebut masih relevan hingga saat ini. Janganlah kita kemudian terhempas pada rasa aman yang semu, setelah kita dibombardir dengan berbagai jargon dari banyak pihak, bahwa mengatasi pornografi seakan bisa dilakukan (hanya) dengan teknologi yang ada saat ini. Bahkan jika memang masih diperlukan, berbagai jenis piranti lunak penyaring konten pornografi tersebut, tersedia di Internet dengan berbagai varian kualitas dan kelengkapan fitur, dari yang berbayar maupun tidak.

Meskipun demikian, haruslah diingat bahwa justru peran orang-tua dan guru menjadi sangat dominan dan memegang peran utama, tak akan tergantikan oleh berbagai jenis piranti lunak yang ada.

Membuat program pelatihan ataupun edukasi agar orang tua dan guru tidak menjadi 'gaptek' dan kemudian mampu dan mau membimbing anak atau muridnya ketika menggunakan Internet, akan jauh lebih ampuh ketimbang sekedar mengadakan proyek pembuatan ataupun instalasi program komputer penyaring konten pornografi yang efektifitasnya masih diperdebatkan.

Pendekatan persuasif dengan mengajarkan anak-anak dan atau adik-adik kita menggunakan internet untuk kepentingan pendidikan adalah metode jitu untuk meredam konten negatif (pornografi) tersebut. Misalkan dengan memperkaya kandungan situs lokal yang berisikan informasi yang berguna. Cara lainnya adalah dengan memperkenalkan situs-situs yang dapat menjadi mitra anak-anak kita dalam ber-Internet.

Kiranya kita bisa lebih bijaksana dalam menyikapi fakta pornografi, tanpa harus membatasi kesempatan anak-anak atau adik-adik kita dalam mengembangkan dirinya. Bukankah Undang-Undang Dasar Pasal 28 C UUD 45 mengaskan bahwa "Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.''


Undang-Undang

Satu kenyataan bahwa Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ini telah menjelma menjadi filter informasi yang melanggar susila (pornografi). Padahal apa yang tertuang di dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik tersebut jauh lebih luas daripada pornografi itu sendiri. Mulai dari perbuatan yang diperkenankan sampai dengan perbuatan yang dilarang seperti jaminan terhadap konsumen, bukti yang sah dihadapan hukum, penggunaan nama domain, penyelenggaraan sistim elektronik sampai dengan ketentuan mengenai pidana (perbuatan yang dilarang) seperti penyebaran informasi yang melanggar susila, mengandung SARA, penyusupan dan pengrusakan terhadap suatu sistim elektronik.

Hal tersebut perlu segera diluruskan mengingat kegiatan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi (sistim elektronik) memerlukan sebuah payung hukum. Bahwa undang-undang ini harus disempurnakan tentu kita semua setuju. Sebagai suatu proses undang-undang ini telah memberikan dasar bagi kegiatan yang memanfaatkan teknologi elektronik.

Munculnya gagasan untuk melakukan filtering secara membabi buta agaknya tidak bisa efektif dilakukan. Satu kenyataan bahwa informasi di internet tidak sebatas materi yang melanggar susila (pornografi). Sehingga upaya pemerintah menjadikan Undang-Undang ini sebagai suatu alat untuk mencegah informasi tersebut teagaknya tidak akan berhasil karena bertentangan nature dari teknologi itu sendiri yang setiap saat mengalami perkembangan. Buktinya, sampai dengan hari ini meskipun dilarang informasi yang dianggap melanggar susila tersebut tetap bisa diakses oleh masyarakat.

Upaya untuk melakukan filter melalui cara dan strategi yang represif tidak akan membawa dampak yang positif bagi anak-anak kita. Jauh lebih efektif melalui cara dan strategi persuasif yakni dengan melakukan edukasi (penerangan) kepada masyarakat melalui forum informal atau formal, atau melalui saluran edukatif lainnya seperti pembuatan buku panduan berinternet.


Transaksi

Meski demikian, sekarang kita patut bersyukur dengan adanya undang-undang ini kegiatan bertransaksi dengan menggunakan sistim elektronik (transaksi elektronik) mendapatkan jaminan kepastian hukum. Beberapa hal perlu dijelaskan lebih lanjut, terutama untuk perbuatan yang dilarang. Semisal untuk tindakan pemasukan sistim (interception), bahwa tindakan tersebut sesungguhnya tidak dilarang kecuali tindakan tersebut dilakukan untuk maksud tertentu (kejahatan).

Namun demikian, keberadaan undang-undang ini bukan tidak mungkin disalahkangunakan oleh kelompok tertentu demi kepentingannya. Dalam konteks itu, masyarakat bisa mengawasi pelaksanaan dari undang-undang ini. Tentunya melalui mekanisme yang diperkenankan oleh peraturan di negara ini.

Undang-undang ini tentunya masih jauh dari sempurna, sehingga bukan tidak mungkin perubahan (perombakan) terhadap materi dilakukan. Paling tidak saat ini, kita selaku konsumen pengguna sistim elektronik telah mendapatkan jaminan kepastian bila kita melakukan transaksi elektronik seperti pembayaran listrik, telepon, cicilan rumah dan lain-lain.

Sekarang, kita tidak perlu kuatir untuk melakukan transaksi elektronik. Karena undang-undang in telah memberikan landasan bagi kita dengan diakuinya informasi elektronik sebagai informasi yang bernilai secara hukum. Kata kunci dari diskursus mengenai masalah internet dan pornograi adalah bagaimana kita menggunakan internet secara bijaksana.

UU ITE hanyalah perangkat untuk membatasi dan bukan ditujukan untuk menghakimi. Ditangan kita bersamalah, anak-anak bangsa ini akan berkembang dan mengembangkan diri karena hak kita dijamin oleh UUD'45. Termasuk kesempatan yang seluas-luasnya mengenal, mengeksplorasi dan memanfaatkan Internet untuk tujuan yang positif. Selamat ber-Internet Sehat!


Jakarta, 21 April 2008

ICT Watch












"Tips & Tricks Ber-Internet Secara Sehat"


I. Pengantar
Internet merupakan sebuah jaringan komunikasi dan informasi global. Bayangkan, sejuta manfaat bisa kita dapat hanya bermodalkan kemampuan dan kemauan menggunakan Internet. Misalnya, berkorespondensi dengan rekan, relasi, sahabat dan handai taulan kita di seluruh penjuru Indonesia bahkan dunia dengan mudah, murah dan cepat. Kita juga bisa leluasa mendapatkan data dan informasi untuk membantu tugas sekolah/kampus atau pekerjaan, mendapatkan informasi/berita nasional maupun manca negara, mencari pekerjaan ataupun beasiswa, mengumpulkan resep masakan hingga kiat berumah-tangga, memperluas jaringan pertemanan dan bisnis, bahkan termasuk menggali ilmu tentang kesehatan dan agama sekalipun

Tentu saja tidak seluruh isi di Internet dapat bermanfaat, jika kita tak pandai-pandai menggunakannya. Karena sifat Internet yang cenderung bebas tanpa dikontrol atau dikuasai pihak manapun, maka ada saja materi atau isi yang bersifat negatif di Internet ataupun yang dikirim / terkirim melalui Internet. Sebutlah semisal pornografi, perjudian, kekerasan (sadisme) dan rasialisme. Belum lagi dengan aneka macam program jahat (virus, worm, trojan horse, spyware) yang dapat mencuri bahkan merusak data di komputer, serangan e-mail sampah (spam), penipuan, pelanggaran privasi hingga pelecehan seksual.

Tetapi jangan khawatir, karena dengan pemahaman yang cukup tentang Internet serta didukung kedewasaan kita dalam memilih maupun memilah hal yang baik dan buruk, maka kita akan memaksimalkan dampak positif Inokdternet serta sekaligus meminimalkan dampak negatifnya.

Pastinya, semua pihak memiliki andil dalam membantu, menyediakan atau menyelenggarakan Internet yang aman dan nyaman bagi anak, remaja atau siswa didik :
Orang tua harus tetap mendampingi anaknya ketika mereka bereksplorasi dengan Internet di rumah
Guru harus senantiasa membimbing siswa didiknya agar dapat menggunakan Internet dengan baik dan benar saat di sekolah
Komunitas, termasuk pengelola warung Internet (warnet), pelaksana program ekstra-kurikuler, lembaga pelatihan dan sebagainya harus bahu-membahu dalam mengedukasi masyarakat tentang ber-Internet yang sehat.
Anak, remaja maupun siswa didik diharapkan dapat belajar bertanggung-jawab atas perilaku mereka sendiri, termasuk ketika menggunakan Internet, tentunya dengan bimbingan dan arahan dari orang-tua, guru dan komunitas.

Untuk itulah maka program "Internet Sehat" yang digagas oleh Yayasan Center for ICT Studies – ICT Watch (www.ictwatch.com) yang kini dalam bentuk buku saku, atas dukungan program XL Care dari PT Excelcomindo Pratama dan majalah InfoKomputer dari Gramedia Group, bertujuan mengajak kita bersama agar menjadi lebih paham dan peduli dengan "sehat"-nya Internet kita.

a/n Tim Penyusun,

Donny B.U.
donnybu@ictwatch.com


Tim Penyusun:
- Donny B.U
- Rapin Mudiardjo
- Arrazi Naina
- Dewi W. Ningrum


II. UU ITE
(350 - 450 kata)


III. Mulai Pasang Internet

Untuk memasang Internet di rumah, modal / syarat yang paling sederhana adalah harus ada saluran telepon dan tentu saja komputer atau laptop. Komputer atau laptop tersebut harus dilengkapi dengan perangkat keras modem dial-up dan perangkat lunak browser. Fungsi modem adalah menghubungkan komputer ke Internet Service Provider (ISP) melalui kabel telepon. Fungsi browser adalah media untuk mencari, mengakses dan mengunduh (menyimpan ke dalam komputer) konten atau informasi di berbagai situs Internet.

Adapun ISP merupakan merupakan penyedia jasa saluran / sambungan ke Internet. Secara umum, kita perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu ke kantor layanan ISP terdekat di kota kita. Daftar ISP se-Indonesia dapat diperoleh di situs Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (www.apjii.or.id).

Untuk biaya berlangganan, biasanya ISP akan mengenakan biaya bulanan (abunemen) ditambah biaya pemakaian per jam. Ada pula ISP yang menawarkan berlangganan sistem paket, baik yang berupa paket penggunaan tidak terbatas (unlimited) ataupun paket minimum beberapa jam sekaligus. Ingatlah, selain biaya berlangganan ISP tersebut di atas, kita juga masih harus membayar pulsa telepon sesuai dengan lama waktu yang kita gunakan.

Cara lain untuk menghubungkan komputer atau notebook di rumah kita ke Internet adalah dengan menggunakan teknologi wireless (nirkabel) 2,4 GHz, Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL), Internet Cable ataupun 3G. Untuk bertanya atau berdiskusi mengenai berbagai jenis dan alternatif akses Internet, dapat disampaikan melalui salah satu forum diskusi komunitas Internet Indonesia yang beralamat di http://forum.detikinet.com atau mailing – list (milis) http://groups.yahoo.com/group/detikinet


Box : Internet XL-3G [gambar: xl01.jpg]

Teknologi generasi ke-3, alias 3G, merupakan sebuah layanan selular yang memiliki kemampuan menghantarkan data dengan kecepatan yang tinggi melebihi teknologi selular pendahulunya. Sekedar gambaran, kecepatan WAP hanya 9,6 kbps, GPRS 115 kbps, dan EDGE 384 kbps, maka kecepatan 3G dapat mencapai lebih dari 2 Mbps (mega bit per second)

Untuk bisa mengunakan akses Internet dengan teknologi 3G tersebut, maka Anda harus berlangganan terlebih dahulu ke operator selular GSM yang cakupan area 3G-nya sudah cukup luas. Salah satunya adalah layanan 3G yang diberikan oleh XL. XL kini menghadirkan layanan akses Internet berbasis teknologi 3G & 3.5 G HSDPA yang mudah digunakan kapan saja dan di mana saja dengan harga yang terjangkau.

HSDPA (High Speed Donwlink Packect Access atau juga sering disebut High Speed Downlink Protocol Access) adalah koneksi generasi ketiga (3G) yang memungkinkan transfer data yang lebih cepat dengan kapasitas lebih besar.

Mengapa koneksi dengan berbasis HSDPA lebih unggul dengan koneksi yang selama ini ada? Karena layanan 3G berada pada frekuensi 1.900 Mhz. dengan lebar pita sebesar 60 Mhz. 3G menggunakan teknologi spektrum tersebar yang memungkinkan data masukan yang hendak ditransimisikan disebar di seluruh spektrum frekuensi.
Selain mendapatkan pita lebar yang lebih besar, layanan berbasis spektrum tersebar jauh lebih aman daripada timeslot dan/atau frequency slot. Didukungan ketersediaan jaringan XL 3G maupun 3.5G (HSDPA) yang luas dan terus bertambah, XL berupaya menjamin mobilitas, fleksibilitas dan kenyamanan ber-Internet.

Untuk menikmati layanan tersebut, yang Anda butuhkan adalah ponsel tipe 3G yang dilengkapi dengan kabel data agar laptop atau komputer Anda bisa melakukan koneksi ke Internet 3G. Cara lain, Anda bisa menggunakan data card, yang bisa Anda beli secara paketan dengan kartu 3G-nya yang khusus ditawarkan oleh X. [gambar: xl02.jpg]

XL sendiri memiliki 3 paket data dengan kuota bulanan untuk layanan 3G-nya. Paket tersebut adalah untuk kuota 250 MB, kuota 1 GB dan kuota 3GB. Ada pula paket yang sudah menyertakan data card, dengan biaya awal yang bisa diangsur. Untuk informasi lebih lanjut tentang paket 3G dari XL tersebut, bisa diperoleh di http://www.nyambungterus.com


IV. 6 Langkah Ber-Internet di Tengah Keluarga

Pertama, jika di rumah kita ada anak di bawah umur, gunakan Internet bersama dengan anggota keluarga lain yang lebih dewasa. Tempatkan komputer di ruang keluarga atau di tempat yang mudah diawasi oleh kita. Jika diperlukan, berilah penjadwalan / pembatasan waktu untuk anak dalam menggunakan Internet

Kedua, pelajarilah sarana komunikasi dan kandungan informasi yang ditawarkan oleh Internet, secara bersama dengan anggota keluarga yang lain. Ajukanlah pertanyaan kepada mereka. Dengan banyak bertanya, kita bisa menggali sejauh mana mereka memahami Internet, juga tentang cara menggali informasi yang bermanfaat, sekaligus menjauhi informasi yang negatif.

Ketiga, berikan pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak menanggapi / menjawab setiap e-mail ataupun private chat dari orang yang tak dikenal, termasuk tidak membuka file kiriman (attachment) dari siapapun dan dalam bentuk apapun.

Keempat, pertegaslah kepada siapapun yang menggunakan Internet di rumah kita untuk tidak memberikan data pribadi / keluarga, alamat rumah / sekolah, nomor telepon, tanggal lahir, password dan data diri lainnya kepada orang yang tak dikenal, ataupun saat mengisi informasi data diri di situs personal, blog ataupun situs lainnya di Internet semisal Friendster.com atau MySpace.com

Kelima, mintalah kepada anak di bawah umur untuk segera meninggalkan situs yang tidak pantas atau yang membuat mereka tidak nyaman, baik disengaja ataupun tidak sengaja terbuka. Bujuklah agar mereka terbiasa bercerita kepada kita tentang segala sesuatu yang mereka temui di Internet.

Keenam, tegaskan kepada anak maupun remaja di rumah kita untuk tidak gegabah merencanakan pertemuan langsung (face-to-face) engan seseorang yang baru mereka kenal di Internet. Jika memang mereka bersikeras untuk tetap bertemu, maka harus dipastikan ada orang dewasa yang menemani dan pertemuannya harus berlangsung di tempat umum / publik





V. Mengenalkan Internet Berdasarkan Usia

Usia 2 s/d 4 tahun
Dalam usia balita, anak yang memulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Ketika banyak aktifitas dan situs yang bersesuaian dengan usia balita ini, melakukan surfing bersama orang tua adalah hal yang terbaik. Hal tersebut bukan sekedar persoalan keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak tersebut bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara sang anak dengan orang tua.

Sejak masuk usia ketiga, beberapa anak akan mendapatkan keuntungan jika mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan pengalaman baru dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Hal tersebut bukan berarti mereka dibiarkan menggunakan Internet secara bebas. Yang terbaik adalah orang tua tetap memilihkan situs yang cocok untuk mereka kunjungi dan tidak membiarkan sang anak untuk keluar dari situs tersebut ketika masih menggunakan Internet. Kita pun tidak perlu terus-menerus berada di samping sang anak,, selama kita yakin bahwa dia berada di dalam sebuah situs yang aman, layak dan terpercaya.

Usia 4 s/d 7 tahun
Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan Internet. Dalam usia ini, orang tua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi, berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka saat pertama kali terhubung dengan Internet.

Anak akan mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil meningkatkan penemuan-penemuan baru mereka di Internet. Inti permasalahan di sini bukanlah terpusat pada bagaimana menghindari situs-situs negatif, tetapi bagaimana caranya agar anak dapat tetap leluasa mengeksplorasi Internet dan mengunjungi sejumlah situs yang bermanfaat tanpa timbul rasa frustrasi atau ketidak-nyamanan pada dirinya

Usia 7 s/d 10 tahun
Dalam masa ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan seorang anak. Pada usia ini pulalah anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua. Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun tak berarti tanpa adanya partisipasi dari orang tua. Tempatkan komputer di ruang yang mudah di awasi, semisal di ruangan keluarga. Ini memungkinkan sang anak untuk bebas melakukan eksplorasi di Internet, tetapi dia tidak sendirian.

Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak. Pada masa ini, fokus orang tua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet. Pastikan bahwa waktu yang digunakannya untuk menggunakan komputer dan Internet tidaklah menyerap waktu yang seharusnya digunakan untuk variasi aktifitas lainnya.

Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk hanya membaca buku ataupun menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu-dua situs favorit mereka saja.



Usia 10 s/d 12 tahun
Pada masa pra-remaja ini, anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Perhatian orang tua tidak hanya pada apa yang mereka lihat di Internet, tetapi juga pada berapa lama mereka online. Tugas orang tua adalah membantu mengarahkan kebebasan mereka. Berikanlah batasan berapa lama mereka bisa mengggunakan Internet dan libatkan pula mereka pada kegiatan lain semisal olahraga, musik dan membaca buku.

Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berpengaruh. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif.

Usia 12 s/d 14 tahun
Inilah saat anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosialnya. Bagi yang menggunakan Internet, kebanyakan dari mereka akan tertarik dengan online chat (chatting). Tekankan kembali pada kesepatakan dasar tentang penggunaan Internet di rumah, yaitu tidak memberikan data pribadi apapun, bertukar foto atau melakukan pertemuan face-to-face dengan seseorang yang baru dikenal melalui Internet, tanpa sepengetahuan dan/atau seijin orang tua. Pada usia ini anak-anak harus sudah memahami bahwa faktanya seseorang di Internet bisa jadi tidaklah seperti yang dibayangkan atau digambarkan.

Anak pada usia ini juga sudah saatnya mulai tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Sangatlah alamiah apabila seorang anak mulai tertarik dan penasaran dengan lawan jenisnya. Mereka akan mencoba melakukan eksplorasi untuk memenuhi rasa ketertarikan dan penasaran mereka. Dalam masa ini, orang tua harus waspada terhadap apa yang dilakukan anaknya. Orang tua tidak harus berada di ruangan yang sama dengan sang anak ketika anak tersebut tengah menggunakan Internet. Tetapi anak tersebut harus tahu bahwa orang tua berhak untuk keluar-masuk ke dalam ruangan tersebut kapan saja dan menanyakan apa yang dilakukan anak tersebut ketika sedang online.

Janganlah terkejut apabila anak-anak mulai tertarik dengan materi-materi seksual. Bagaimana orang tua menghadapi hal tersebut, tentu saja tergantung kepada penilaian masing-masing orang tua terhadap materi tersebut. Yang harus diperhatikan adalah materi-materi seksual yang dapat ditemukan ditemukan di Internet adalah berbeda dan kerap lebih berani ketimbang yang bisa didapatkan di media cetak. Jika seorang anak melakukan eksplorasi yang mendalam di Internet, bisa saja dia mendapatkan situs, chatroom atau mailing-list yang mengeksplorasi fantasi seksual, yang justru dapat mengganggu ataupun menakutkan bagi orang tua maupun anak yang bersangkutan.

Hal ini menguatkan pendapat mengenai pentingnya pemasangan software filter, keterlibatan orang tua yang intensif, menekankan nilai dan norma keluarga serta meningkatkan kepercayaan dan keterbukaan antara orang tua dan anak. Masa ini merupakan masa yang tepat bagi kebanyakan orang tua untuk bercerita dan berbagi informasi tentang hal-hal seksual kepada anaknya. Tetapi di sisi lain, pemasangan software filter secara diam-diam ataupun tanpa persetujuan sang anak, bisa berdampak pada timbulnya resistansi sang anak kepada orang tua.

Untuk itu kejujuran kepada sang anak menjadi penting, sehingga mereka tahu apa yang orang tua mereka lakukan dengan komputer mereka dan mengapa hal tersebut dilakukan. Jika orang tua ingin memasang software filter, haruslah dijelaskan kepada anaknya bahwa hal tersebut dilakukan untuk melindungi mereka dari materi-materi yang berbahaya atau tidak layak. Seperti keputusan untuk tidak membiarkan anaknya bepergian ke suatu tempat yang cenderung berbahaya, orang tua memiliki hak pula untuk melindungi anaknya melakukan surfing ke situs-situs yang negatif di Internet.

Usia 14 s/d 17 tahun
Masa ini adalah masa yang paling menarik dan menantang dalam kehidupan seorang anak remaja dan orang tua. Seorang remaja akan mulai matang secara fisik, emosi dan intelektual. Mereka haus akan pengalaman yang terbebas dari orang tua. Ikatan-ikatan dengan keluarga tidak terlalu diperketat lagi, tetapi tetap tidak menghilangkan peranan pengawasan orang tua. Kehidupan remaja sangatlah rumit, sehingga mereka membutuhkan kebebasan sekaligus arahan pada waktu yang bersamaan. Remaja kerap melakukan hal-hal yang beresiko tinggi, baik online maupun offline. Tidak jarang remaja memutuskan untuk bertemu muka dengan seseorang yang baru dikenalnya melalui Internet, tentu saja tanpa pengawasan orang tua.

Untuk itu perlu ditekankan benar-benar kepada remaja bahwa siapapun yang mereka kenal di Internet belumlah tentu seperti apa yang mereka bayangkan dan bisa jauh berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terkadang sulit untuk memberikan pemahaman kepada remaja, tidak jarang mereka memahami bahwa mereka pun sejatinya membutuhkan perlindungan terhadap pihak-pihak yang bermaksud mengeksploitasi mereka. Remaja haruslah diberikan pemahaman bahwa kontrol berada di tangan mereka dengan cara tetap waspada terhadap keberadaan pihak yang dapat merugikan mereka.

Bahaya yang terbesar adalah jika seorang remaja putri bertemu dengan seseorang yang baru saja dikenalnya melalui Internet. Jika remaja putri tersebut tetap memaksa ingin bertemu, maka dia haruslah mengajak seorang sahabat atau teman dekatnya untuk menemaninya. Pertemuan tersebut haruslah di tempat publik yang terbuka dan banyak orang. Bagi orang tua, berpikir dan bertindaklah dengan berkacamata pada masa remaja dulu. Tetapkan harapan yang masuk akal dan jangan berlebihan apabila suatu ketika anak remajanya melakukan sesuatu di Internet yang melanggar peraturan keluarga yang telah ditetapkan. Ini bukan berarti orang tua tidak boleh menanggapi secara serius dan menegakkan pengawasan serta disipilin, tetapi cobalah memandang sesuatu secara lebih luas lagi.

Jika seorang remaja menceritakan sesuatu kepada orang tua tentang hal-hal negatif yang ditemuinya di Internet, respon orang tua janganlah mencabut hak anak remaja tersebut dalam menggunakan Internet. Orang tua harus bertindak sportif dan bekerjasama dengan anak remajanya untuk mencegah hal-hal yang negatif terulang lagi di kemudian hari. Ingatlah, tidak lama lagi seorang anak remaja akan berangkat dewasa. Mereka tidak sekedar harus tahu tentang bagaimana cara bersikap yang baik, tetapi juga harus tahu bagaimana cara membuat pertimbangkan mana yang baik dan yang tidak, baik online maupun offline. Hal tersebut akan lebih bermanfaat dan sesuai bagi kehidupan mereka di masa depan.



VI. Catatan Untuk Remaja
Ingatlah, meskipun kejujuran adalah segalanya, tidak semua orang di Internet melakukan hal tersebut. Jadi, ketika kamu sedang menggunakan Internet atau chatting, berhati-hatilah. Kamu tidak akan pernah tahu ketika ada orang yang mengaku a/s/l (age/sex/location) - nya adalah "19/f/jkt" (baca: umur 19 tahun, female/perempuan, berlokasi di Jakarta) dan bersekolah atau berkuliah di suatu tempat, sebenarnya adalah "40/m/anywhere" dan pengangguran, alias sama sekali bukan orang yang kita bayangkan atau kita imajinasikan.
Janganlah mudah terpengaruh dengan data-data pribadi orang lain di Internet yang menarik perhatianmu. Di Internet banyak sekali orang iseng yang berpura-pura menjadi orang lain, entah menjadi lebih muda/tua ataupun mengaku perempuan/lelaki hanya untuk bercanda dan menjahili orang lain, hingga untuk menjebak atau membuat malu orang lain.
Waspadalah dengan siapapun yang ingin tahu terlalu banyak. Tidak ada satupun aturan di dunia yang mengharuskan kamu untuk bercerita jujur tentang jati diri kamu kepada orang lain di Internet. Simpanlah baik-baik informasi tentang nama kamu, usia, alamat rumah, alamat sekolah dan nomor telepon. Jangan pedulikan permintaan dari orang yang baru kamu kenal di Internet. Percayakan pada insting kamu, jika seseorang membuat kamu tidak nyaman, tinggalkan saja.
Curahkan perasaanmu pada sahabatmu. Jika kamu berencana bertemu dengan seseorang yang kamu kenal di Internet, ajaklah sahabatmu atau orang yang kamu percaya untuk menemanimu. Mintalah juga agar orang yang akan kamu temui tersebut untuk mengajak temannya. Mungkin ini kedengarannya aneh, tetapi ini sesungguhnya adalah cara yang jitu untuk keamananmu.
Pastikan agar sahabatmu di dunia nyata mengetahui apa yang tengah kamu pikirkan atau lakukan. Bahkan jika kamu ada masalah, baik terhadap keluarga, sekolah maupun pacar, ceritakanlah pada sahabat atau orang yang kamu percaya di kehidupan nyata, bukan yang hanya kamu kenal di Internet. Bercerita kepada sahabatmu di kehidupan nyata jauh lebih baik dan lebih terpercaya daripada seseorang asing yang kamu kenal di sebuah chat room.
Jika kamu menerima kiriman e-mail, file ataupun gambar-gambar yang isinya mencurigakan dari seseorang yang kamu tidak kenal dan kamu tidak percaya, langsung hapus saja kiriman-kiriman tersebut. Perlakukan kiriman tersebut seperti layaknya sebuah e-mail sampah. Kamu bisa mendapatkan rugi yang besar hanya gara-gara mempercayai seseorang yang sama sekali belum pernah kamu temui atau kenali. Hal tersebut juga berlaku pada link atau URL yang tampak mencurigakan. Janganlah kamu meng-klik apapun yang tidak kamu yakini sumbernya dan keamanannya, walaupun dengan alasan sekedar ingin mencari jawab atas rasa keingin-tahuanmu.
Jauhi chat room atau mailing-list yang isinya provokatif ataupun berisi hal-hal negatif lainnya. Jangan mudah terperdaya rayuan-rayuan seseorang di Internet yang mencoba mempengaruhi kamu agar menjadikannya seorang teman sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari. Jangan pula mudah terpancing dengan provokasi seseorang yang memanas-manasi kamu untuk bertengkar di Internet. Jika kamu mencoba-coba mencari masalah di Internet, kamu akan mendapatkannya, dan segala sesuatunya akan lepas kendali secara cepat. Kerugianlah yang akhirnya akan kamu dapatkan.

VII. Alat Bantu Tangkal Materi Negatif

Perilaku kita ber-Internet berkaitan langsung dengan sedikit-banyaknya materi negatif yang mengancam kita. Semakin kita waspada dan tidak ceroboh ketika menggunakan Internet, maka akan makin kecil kemungkinan kita, anak, remaja atau anak didik kita terpapar berbagai materi negatif dari Internet. Salah satu langkah antisipasi untuk menangkal materi negatif tersebut adalah dengan menginstal software pengaman di komputer kita. Yang harus diingat adalah, berbagai macam software yang tersedia tidaklah menggantikan peran orang-tua, guru ataupun komunitas dalam memberikan keamanan dan kenyamanan anak, remaja atau anak didik kita selama ber-Internet. Software hanyalah alat bantu, yang tidak bisa menjamin 100% menghalau materi negatif dari Internet

Secara umum, software pengaman tersebut terdiri atas:
Software Parental (Filter, Monitor dan Penjadwalan). Software ini untuk mencegah anak sengaja atau tidak sengaja membukan dan/atau melihat berbagai gambar yang tak layak (pornografi, sadisme, dan sebagainya) yang terdapat di situs Internet. Software ini juga akan memudahkan orang tua ataupun pengasuh untuk memonitor aktifitas anak selama online dengan berbagai variasi metode pengawasan. Fungsi lain dari software ini adalah untuk membatasi jumlah / durasi waktu anak dalam menggunakan Internet. Termasuk untuk pengaturan hari dan jam tertentu sehingga komputer dapat atau tidak dapat digunakan oleh anak untuk ber-Internet. Contoh software: K9 Web Protection (www.k9webprotection.com) [gambar: k9.jpg]
Software Browser Anak. Software browser adalah yang menjadi perantara utama antara Internet dengan komputer yang digunakan. Browser anak secara umum telah dirancang untuk semaksimal mungkin menyaring berbagai situs, gambar atau teks yang tak layak diterima anak. Browser anak juga didisain untuk menarik dan mudah digunakan oleh anak. Contoh software: Kid Rocket (www.kidrocket.org) [gambar: kidrocket.jpg]
Software Anti-Spyware. Software ini secara khusus akan berfungsi mendeteksi dan mencegah program jahat seperti sypware dan adware yang gemar menyedot data-data rahasia / privasi kita secara diam-diam. Contoh software: Ad-Aware (www.lavasoft.de) [gambar: adaware.jpg]
Software Anti-Virus. Software ini untuk mencegah agar program jahat perusak data semisal virus, worm dan trojan horse bercokol dan berkembang-biak di komputer kita. Contoh software: AVG anti-virus (www.grisoft.com) [gambar: avg.jpg]
Software Firewall. Software ini akan membantu kita mencegah orang jahil (semisal black hacker) yang berkeliaran di Internet dan mencoba menerobos masuk ke komputer kita untuk mencuri atau merusak data didalamnya, saat kita terhubung dengan Internet. Contoh software: ZoneAlarm (www.zonealarm.com) [gambar: zonealarm.jpg]

Beberapa contoh software di atas memiliki versi berlisensi freeware (gratis dan bebas digunakan bagi pengguna individu ataupun non profit) ataupun shareware (gratis dan bebas digunakan dalam periode waktu tertentu). Khusus untuk software parental, dalam buku ini telah disertakan pula petunjuk ringkas langkah demi langkah cara menginstal dan menggunakannya.



Tips 1 : Online Aman, Anak Nyaman

Resiko:
Eksploitasi atas anak dalam berbagai bentuk, dari penipuan, hingga pelecehan seksual. Materi negatif lainnya semisal
Terpapar berbagai konten yang tidak layak (pornografi, materi SARA, hasutan berbuat negatif, iklan merokok atau meminum minuman beralkohol, atau bahkan resep membuat materi berbahaya semisal racun, bahan peledak, dan sebagainya)
Dengan semakin mudah dan semakin banyaknya file musik dan game yang bisa didownload, maka semakin tinggi pula resiko terkena serangan virus
Tanpa disadari, beberapa aktifitas download berbagai materi dari Internet merupakan pencurian hak atas kekayaan intelektual (hak cipta)

Pencegahan:
Orang tua memegang peranan yang besar dalam mengajarkan perilaku ber-Internet yang sehat kepada anak. Baik kita sebagai orang tua maupun anak kita harus mempelajari dan memahami tentang berbagai resiko yang dihadapi ketika berkomunikasi dengan orang yang tak dikenal melalui Internet.
Definisikan secara jelas dan gamblang Aturan Penggunaan Internet di rumah. Kemudian tulis dan pasang aturan tersebut di tempat yang dapat dibaca oleh semua anggota keluarga.
Tegaskan untuk tidak mendownload materi yang secara nyata merupakan materi ilegal, bajakan atau melanggar hak cipta.
Tetaplah menjalin komunikasi yang baik dengan anak kita, berapapun usianya.


Tips 2 : 7 Kiat Lindung Privasi Keluarga Sejak Dini

Pasang software Firewall. Software ini akan melindungi komputer dari hacker atau orang jahat yang ingin menerobos masuk melalui Internet dan mengacak-acak privasi.
Selalu lakukan update seluruh software, secara rutin. Ini untuk mencegah adanya pihak yang memanfaatkan kelemahan pada suatu software untuk merusak komputer.
Gunakan software antivirus yang terkini, dan selalu di update secara rutin. Antivirus akan membantu kita melindung komputer dari serangan worm dan virus.
Cari tahu dan pelajari berbagai jenis / fitur software parental yang tersedia, sehingga apabila diperlukan dapat dipasang di komputer.
Lindungi diri anda dari kemungkinan berbagai penipuan bisnis melalui Internet, baik yang ditawarkan melalui e-mail, situs Internet ataupun chatroom.
Waspadalah terhadap e-mail spam (sampah) ataupun phising (penipuan)
Jangan sembarang mendownload dan menginstal software dari Internet, karena bisa saja didalamnya disusupi software jahat untuk mencuri data hingga merusak komputer



Tips 3 : 10 Kiat Jitu Menghindari Spam

Spam adalah e-mail sampah yang kerap datang bertubi-tubi ke mailbox kita, tanpa kita kehendaki. Isi dari spam tersebut bermacam, dari sekedar menawarkan produk / jasa hingga penipuan berkedok bisnis kerjasama, dari tawaran multi-level marketing hingga penyebaran virus. Untuk menghindari atau setidaknya meminimalisir masuknya spam ke mailbox kita, berikut ini beberapa kiat yang bisa dilakukan:
Tak usah merespon / menjawab / membalas e-mail yang dikirim dari orang yang tidak kita kenal.
Waspadalah, mengirimkan e-mail "remove", "unsubscribe" atau sejenisnya ke pengirim spam (spammer) justru akan memberikan informasi bahwa e-mail kita aktif kepada mereka, yang akan berakibat semakin membanjirnya spam ke mailbox kita.
Jangan pernah membuka atau meng-klik link situs yang ditawarkan atau diinformasikan oleh e-mail yang kita tak kenal pengirimnya.
Buatlah dan gunakan alamat e-mail yang berbeda untuk tiap keperluan, bedakan e-mail yang digunakan untuk keperluan pribadi (termasuk keperluan sekolah ataupun keperluan pekerjaan) dengan e-mail yang ntuk keperluan mendaftar di mailing-list tertentu atau mengisi suatu formulir online di sebuah situs.
Hindari memberikan alamat e-mail pribadi ke sembarang orang, termasuk memasangnya di situs (personal ataupun resmi), blog, Facebook, Friendster ataupun MySpace.
Jika tetap harus menyantumkan e-mail di situs, maka gantilah tanda '@' dengan '[at]' agar tidak terbaca oleh program otomatis yang mendeteksi alamat e-mail milik spammer. Contoh: donnybu[at]ictwatch.com.
Jika menerima spam lokal (berbahasa Indonesia), segera hubungi tim khusus penanggulangan spam nasional melalui e-mail abuse@apjii.or.id
Apabila diperlukan, pasang software antispam di komputer kita, misalnya software MailWasher (www.mailwasher.net).
Aktifkan fitur anti-spam di layanan e-mail yang Anda lakukan. Biasanya account e-mail di Yahoo, Gmail ataupun Hotmail memiliki fitur anti-spam. Sejumlah ISP terkemuka di Indonesia juga telah melindungi e-mail para pelanggannya dengan anti-spam. Tanyakanlah kepada ISP langganan Anda.
Bacalah informasi terkini tentang perkembangan spam secara global / internasional serta penanggulangannya di situs www.spamhaus.org.


Tips 4 : Rekomendasi Situs Sehat

Situs Edukasi dan Hiburan (Bahasa Inggris) [gambar: yahookids.jpg]
untuk TK – SD:
- kids.yahoo.com
- funbrain.com
- nick.com / nickjr.com
- funschool.com
- learningplanet.com

Situs Pengetahuan dan Pendidikan [gambar: netsains.jpg]
untuk SMP-SMA
- netsains.com
- e-dukasi.net
- chem-is-try.org
- beritaiptek.com
- e-smartschool.com

Situs Perempuan dan Keluarga [gambar: perempuan.jpg]
- perempuan.com
- hanyawanita.com
- balita-anda.com
- tabloid-nakita.com
- tabloidnova.com

Situs Berita dan Informasi
- detik.com
- kompas.com
- liputan6.com
- okezone.com
- inilah.com


Situs TI dan Komputer [gambar: detikinet.jpg]
- detikinet.com
- ilmukomputer.com
- tabloidpcplus.com
- infokomputer.com
- indocommit.com

Situs Lowongan & Bursa Kerja [gambar: jobsdb.jpg]
- jobsdb.com
- infokarir.com
- karir.com
- infokerja.web.id
- jobstreet.com

Situs Belanja & e-Commerce [gambar: bhinneka.jpg]
- bhinneka.com
- indoflorist.com
- glodokshop.com
- indo.com
- disctarra.com

Situs Penggila Bola & Olahraga
- detiksport.com/sepakbola
- gilabola.com
- biangbola.com
- liputanbola.com
- bola.okezone.com

Situs Minat & Hobi [gambar: detikfood.jpg]
- detikfood.com
- fotografer.net
- anggrek.org
- catfancy-indonesia.com
- ayojajan.com


Rujukan Informasi
ICTwatch.com, detikINET.com, NyambungTerus.com, Getnetwise.com, Safekids.com, Internetwatch.org.uk, Enough.org, Protectkids.com, Cyberwise.ca, Cyberangels.org, Ikeepsafe.org, spamhause.org, microsoft.com/athome/security, Google.com, Wikipedia.org


Windows® phone